Kamis, 18 Mei 2017

ENGGAN PUSING DJANUR SEMPAT LAKUKAN SILENZIO STAMPA

ENGGAN PUSING DJANUR SEMPAT LAKUKAN SILENZIO STAMPA

Beritasarana365.com -Pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman, dan para pemainnya sempat melakukan mogok bicara kepada awak media sejak Selasa (16/5/2017) kemarin hingga Rabu (17/5) siang. Tak tahu pasti apa penyebabnya, namun pada akhirnya Janur mulai melunak dan kembali melayani pertanyaan wartawan pada Rabu sore usai menjalani latihan di Lapangan Lodaya Bandung.

Aksi mogok bicara satu tim dari mulai pelatih hingga pemain kepada media sebenarnya adalah hal tak asing di dunia persepakbolaan. Kondisi tersebut dikenalkan pertama kali oleh Timnas Italia juga dalam bahasanya dengan istilah silenzio stampa.

Pengertian itu lahir dalam artian aksi tutup mulut atau berdiam diri ketika pihak klub tengah berseberangan pendapat dengan media atau pendukung. Menurut penuturan Football-Tribe Indonesia (sumber yang penulis baca) aksi boikot bicara terhadap media dipaparkan dalam sebab yang dirunut panjang.

Berawal dari skandal judi tubuh sepak bola Italia tahun 1980 disebut Totonero menjelang Piala Eropa. Beberapa pelaku dan tim dijatuhi hukuman oleh FIGC (Federasi sepakbola Italia) untuk tidak berkecimpung di persepakbolaan Italia selama beberapa tahun (durasi hukuman berupa).

Totonero lantas mempengaruhi kestabilan penampilan Gli Azzuri diperhelatan Piala Eropa 1980. Pelatih Italia saat itu Enzo Bearzot hanya mampu membawa tim sampai fase semi final. Saat itu, Jerman Barat keluar sebagai jawara usai kandaskan Belgia 2-0.

Hukuman atas Totonero masih berlanjut dua tahun kemudian. Perhelatan Piala Dunia 1982 di Spanyol datang. Hal yang mengejutkan saat Bearzot yang masih menangani Italia justru memanggil striker yang baru selesai menjalani sanksi dari FIGC terkait Totonero, Paolo Rossi, dibanding Roberto Pruzzo yang merupakan top scorer Serie A dua musim berturut-turut (1981 dan 1982).

Kondisi itu membuat publik sepak bola Italia serta media ramai-ramai mengkritik dan muncul di pemberitaan. Bahkan hingga Piala Dunia berlangsung, di fase penyisihan Italia keteteran dengan permainan menyedihkan minim gol. Kritikan semakin menjadi, untungnya mereka dapat lolos karena menuai tiga kali seri melawan Kamerun, Peru dan Polandia.

Italia pun lolos ke babak selanjutnya dengan duduk di posisi runner-up di bawah Polandia. Dengan permainan ala kadarnya, publik sepak bola Italia dan berbagai media menyebutkan bahwa mereka pesimis tim Biru-biru akan berbicara banyak di fase kedua yang satu grup bersama Brasil dan Argentina.

Keputusan pelatih Bearzot disudutkan, yang dirasa blunder dengan menunjuk Paolo Rossi dibanding Roberto Pruzzo. Muncul pemberitaan minor seperti adanya kaitan hubungan homoseksual antara Rossi dan rekannya di timnas Antonio Cabrini. Serta memberitakan bonus tinggi dengan permainan tim yang jauh dari kata impresif.

Pemberitaan yang dianggap sangat mengganggu itu pada akhirnya buat entrenador Enzo Bearzot melakukan langkah ekstrem, memboikot media dan tak memperbolehkan anak-anak asuhnya berbicara kepada para wartawan. Situasi kondisi yang pada akhirnya disebut dengan istilah silenzio stampa.

Bearzot ingin timnya bersikap masa bodoh dengan pemberitaan yang dirasa sangat mengganggu konsentrasi timnya di Piala Dunia. Ia ingin timnya bungkam kepada awak wartawan dan fokus ke persiapan pertandingan, serta mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada.

Hasilnya cukup mencengangkan Italia berhasil tundukkan Argentina dan Brasil. Terlebih Paolo Rossi yang dianggap sebagai biang blunder, berhasil lakukan hattrick atas kemenangan Italia 3-2 dari tim Samba.

Semi final menanti, mereka lagi bertemu Polandia, Gli Azzuri mengamuk dengan memastikan kemenangan 2-0 lewat brace Rossi. Menghadapi final kontra Jerman Barat, silenzio stampa terus berlangsung, Bearzot masih ingin membuktikan kapasitas pemain-pemain pilihannya.

Pada akhir Italia merengkuh juara usai menjungkalkan Jerman Barat dengan skor 3-1. Juara tersebut memastikan Italia sejajar dengan Brasil yang meraih titel juara terbanyak tiga kali. Hasil mogok bicara yang positif karena buat Italia fokus dan mengevaluasi diri.

Sikap Italia tentu berhubungan dengan situasi Persib saat ini. Sikap Jajang Nurjaman dan pemain bukan hal yang asing di ranah persepakbolaan (silenzio stampa). Barangkali Persib bungkam karena kritikan deras yang menyapa setiap hari atas efek permainan di Liga 1 Indonesia yang dianggap penuh keberuntungan.

Permainan yang tidak lagi aktraktif seperti filosofi sepakbola Janur sebenarnya dengan permainan terbuka. Ya, silenzio stampa Janur dan pemainnya tempo hari diharap barakhir manis kepada permainan tim. Barangkali tim ingin tetap fokus memperbaiki, tanpa terganggu faktor non teknis di luar klub.