Rabu, 15 Maret 2017

REKRUT ESSIEN SEBUAH LANGKAH BAGUS ATAU SIA-SIA BELAKA?

REKRUT ESSIEN SEBUAH LANGKAH BAGUS ATAU SIA-SIA BELAKA?

Beritasarana365 - Manajemen Persib Bandung pernah sesumbar bahwa mereka hampir saja mendaratkan sang legenda sepakbola Brazil Ronaldinho ke Bandung. Alasan kegagalannya adalah Ronaldinho lebih dahulu merapat ke klub yang membesarkan namanya yaitu Barcelona, untuk menjadi duta besar klub asal Katalan tersebut.

Terdengar tak mungkin, seorang Ronaldinho bisa gabung dengan klub dari negara yang sepakbolanya baru saja bangun dari kesemrawutan dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Memang ada rencana untuk mengganti posisi itu dengan bintang-bintang yang lain tapi baru wacana, belum ketingkat serius,” ucap Djajang Nurdjaman.

Perkataan sang pelatih yang awalnya menjelaskan bahwa pihak manajemen ingin mendatangkan bintang dunia yang lainnya ternyata benar-benar bukan isapan jempol belaka. Toh saat menjelaskan kegagalan merekrut Ronaldinho, Persib diklaim oleh sang manajer Umuh Muchtar, memang mampu secara finansial. Belum lagi Persib akan ditopang oleh pihak sponsor.


Persib sendiri secara skuat memang membutuhkan gelandang serang yang mumpuni pasca Erick Weeks tampil mengecewakan selama Turnamen pra-musim Piala Presiden 2017 kemarin. Belum lagi Persib membutuhkan penyerang tunggal untuk menutup lubang yang ditinggalkan oleh Sergio van Dijk jika ia cedera. 

Buktinya saat laga semifinal dan perebutan juara ketiga Piala Presiden lalu, Persib terlihat kehilangan sosok yang mampu memanfaatkan peluang di kotak penalti lawan. Masalah Persib sangatlah jelas, mereka sangat membutuhkan gelandang serang dan setidaknya satu lagi penyerang tunggal.

Singkat cerita, kemudian di hari ulang tahun Persib ke-84 ini, Michael Essien resmi merapat ke Persib. Iya Michael Essien yang pernah juara Liga Champions Eropa bersama Chelsea itu…

Kita semua telah mengetahui bahwa Michael Essien ini adalah salah satu gelandang bertahan apik yang malang-melintang di Eropa. Belum lagi pernah memperkuat Ghana di ajang sekelas Piala Dunia. Karir sepakbolanya bisa dibilang sangat luar biasa sampai akhirnya ia dilepas Panathinaikos karena rentan cedera.

Merujuk laman Transfermarket, nilai Michael Essien pasca dilepas oleh klub Yunani tersebut berada dalam kisaran 800.000 euro atau seharga Rp11 miliar. Mungkin terdengar sangat super mahal, namun kami yakin negoisasi dan proses tawar menawar mungkin Essien direkrut oleh Maung Bandung dalam rentang harga Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Oh iya jangan lupa juga dengan klausul bonus-bonusnya.



Dengan harga yang begitu ‘menggigit’ serta nama yang cukup 'melangit’ pertanyaannya; apakah Persib benar-benar membutuhkan sosok seorang Michael Essien?

Jawabannya bisa ‘iya’, bisa juga ‘tidak butuh-butuh amat’.

Secara finansial Persib bertaruh dengan menginvestasikan miliaran rupiah untuk merekrut pria asal Ghana ini. Tentu manajemen Persib telah memperhitungkan untung dan ruginya. Mengingat manajemen Persib juga cukup lihai dalam urusan marketing dan sponsor, kami rasa setidaknya pihak manajemen telah menerawang kemungkinan kerugiannya dan kegagalannya terlebih dahulu.
Masuk akal toh? Karena keuntungan akan datang seiring dengan kesuksesan klub.

Belum lagi jika rekrutan ini sukses, pemain dunia lain akan mulai melirik Persib dan Liga Indonesia. Siapa yang tak mau melihat banyak pemain dunia yang merumput di klub Indonesia?

Kini, kami rasa pihak sponsor mulai akan berbondong-bondong saling tawar untuk menginvestasikan uangnya di Persib, apalagi setelah kedatangan Essien. Bahkan jauh sebelum Essien merapat saja, Persib adalah salah satu klub di Indonesia yang kebanjiran sponsor. Bahkan saking kelewat banyaknya kostum (jersey) Persib pernah dicibir seperti kostum balap sepeda karena penuh dengan tempelan logo sponsor.

Ini sesuai dengan ungkapan ‘The Special WHU (Wak Haji Umuh)’ julukan untuk manajer Persib, Umuh Muchtar yang mengatakan bahwa “Kenapa kita mau seperti itu (merekrut pemain dunia), karena kalau kita dapat pemain yang ‘gila’ pasti sponsor juga tertarik untuk mendongkrak dan Bobotoh juga akan gembira,” ungkap pria berkumis tersebut seperti yang dilansir laman Simamaung.


Tentu saja yang kecipratan bukan hanya Persib sang pemilik Essien, namun Liga Indonesia juga akan ikut terangkat. Mungkin saja sekarang para direktur TV lokal kita sedang berlomba-lomba menaikkan harga tawar untuk menyiarkan Liga 1 musim depan.

Belum lagi secara pemberitaan media, citra positif Liga Indonesia dan Persib akan secara otomatis terangkat (ke level dunia) namanya di pencarian Google dan media sosial, misalnya. Web-web yang memberitakan Persib, Essien, dan Liga Indonesia juga akan kecipratan berkahnya.