Selasa, 28 Maret 2017

PERSIB MASIH RAGU ARUNGI LIGA 1

PERSIB MASIH RAGU ARUNGI LIGA 1

Beritasarana365.com - Liga 1 dipastikan bakal bergulir 15 April 2017. Setiap klub berpacu dengan waktu yang relatif singkat untuk mempersiapkan amunisi dan performa terbaik supaya dapat tampil kompetitif pada kompetisi level tertinggi di Indonesia itu.

Persib Bandung menandai keseriusan persiapan dengan perekrutan pemain internasional sekaliber Michael Essien. Gelandang naturalisasi asal Belanda Raphael Maitimo juga konon sudah diikat oleh Persib. Manajemen Persib menjanjikan akan ada pemain baru lainnya yang bakal dihadirkan pada hari besar perkenalan skuad, 2 April 2017. 

Selain perekrutan pemain baru, persiapan juga dimatangkan melalui deretan laga uji coba yang akan dilakoni oleh pasukan Djadjang Nurdjaman. Setelah hanya bisa bemain imbang tanpa gol melawan kontestan Liga 2 PSMS Medan. Persib direnca­na­kan menghadapi sejumlah tim kontestan Liga 1.

Akan tetapi, dari rangkaian persiapan itu, bek tengah Vladimir Vujovic mengaku masih ragu dengan kesiapan Persib untuk bertarung dalam perebutan gelar juara Liga 1. Salah satu sumber keraguan Vlado adalah penerapan regulasi umur pemain layaknya pada Piala Presiden 2017. Seperti diketahui, PSSI tetap menerapkan regulasi yang mewajibkan setiap klub untuk menurunkan tiga pemain U-22, minimal selama 45 menit. 

Di mata Vlado, regulasi itu tetap merupakan pemaksaan yang bisa membahayakan kualitas kompetisi level senior. Bagaimanapun, pemain hebat lahir secara alamiah dari kesanggupan dan daya tahan berjuang menghadapi persaingan secara sehat de­ngan seluruh anggota tim, bukan sekadar disuapi menit bermain lantaran keberpihakan peraturan yang memanjakan. 

Andai memang punya kualitas, dengan sendirinya seorang pemain muda akan memenangi persaingan dengan para senior dalam perebutan tempat di tim utama, tanpa perlu bantuan peraturan.  

Regulasi pengistimewaan pemain muda semacam itu justru berpotensi menurunkan mutu kompetisi. Pasalnya, tidak semua pemain muda sudah punya kualitas memadai untuk tampil pada level persaingan paling tinggi. 

"Peraturan tiga pemain muda ini benar-benar buruk, tidak bagus untuk kualitas kompetisi sepak bola Indonesia," ujar warga Montenegro berusia 34 tahun itu.

Penerapan regulasi pemain muda ini memang membuat Persib dalam situasi sulit. Sepanjang Piala Presiden 2017 lalu, Persib gagal tampil optimal, terutama sepanjang babak pertama laga saat menurunkan tiga pemain muda. 

Sialnya saat ini, dua pemain muda andalan Persib, Febri Hariyadi dan Gian Zola harus memperkuat tim nasional. Akibatnya, Persib mesti kelimpungan mencari tambahan pemain muda berkualitas.

Vlado juga belum sepenuhnya yakin dengan komposisi skuad Persib. Pemain yang membawa Persib juara Liga super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015 itu menilai Persib belum punya solusi riil untuk perbaikan agresivitas di lini depan. Rencana perekrutan penyerang berkualitas masih belum terwujud. 

Vlado tidak terkesan dengan perekrutan Michael Essien yang diplot sebagai gelandang serang. Dia menilai, perekrutan Essien memang merupakan keputusan brilian dari sisi pemasaran dan prospek bisnis Persib ke depan. 

Namun, ihwal kontribusi di atas lapangan, Essien masih merupa­kan tanda tanya besar mengingat eks pilar Chelsea ber­usia 34 tahun itu sudah lama tidak bertanding pada level kompetitif.

"Kita tahu dia bukanlah Essien yang empat tahun lalu bermain apik padai 38 laga dalam semusim di kompetisi elite Eropa. Setahun terakhir dia tidak bertanding. Jadi, kita lihat saja apakah memang akan berdampak besar pada performa tim di atas lapangan," ujar Vlado.

Kendati masih menyimpan keraguan ihwal kesiapan tim, Vlado menegaskan motivasinya untuk meraih gelar juara musim ini amat besar. Kegagalan pada ajang Piala Presiden membuat dia sangat terpukul. 
Gelar juara Liga 1 adalah target yang tidak bisa ditawar. Apa­lagi, musim ini boleh jadi akan menjadi periode akhir pengabdian Vlado untuk Persib.