Rabu, 10 Mei 2017

NASIB CARLTON COLE SEGERA DIBAHAS MANAJEMEN PERSIB

NASIB CARLTON COLE SEGERA DIBAHAS MANAJEMEN PERSIB

Beritasarana365.com - Nasib penyerang asal Inggris Carlton Cole akan segera dibahas dalam rapat manajemen Persib Bandung. Bekas pemain tim nasional Inggris itu tak kunjung menunjukkan kontribusi sesuai harapan, termasuk saat dimainkan menghadapi Persipura Jayapura Minggu, 7 Mei 2017. Cole malah menunjukkan performa buruk.

Target gol Carlton Cole saat pertama kali diperkenalkan sebagai penyerang anyar Persib Bandung, boleh jadi sempat menumbuhkan rasa optimistis di kalangan bobotoh. Betapa tidak, Cole dengan lantang dan percaya diri mencetuskan target golnya untuk Persib pada Liga 1 2017, yakni minimal 20 gol semusim.

Striker berpaspor Inggris itu juga meminta diberi waktu dua pekan untuk beradaptasi agar siap diturunkan secara penuh pada setiap pertandingan Persib dan mencetak banyak gol.

Sudah hampir 40 hari sejak janji manis diucapkan, tetapi sama sekali tidak ada gelagat jika pemain yang berstatus bekas bintang internasional itu, bakal menjadi figur vital di lini penyerangan Persib. Bahkan, performa Cole cenderung memprihatinkan, apalagi jika dibandingkan dengan sejumlah pemain impor berstatus marquee player milik klub-klub lain.

Hingga laga pekan ke-5 yang sudah dilalui Persib, Cole hanya dimainkan tiga kali, itu pun tak pernah secara penuh. Pada dua laga awal kontra Arema dan PS TNI, dia tampil sebagai pemain pengganti pada pertengahan babak kedua.

Kondisi fisik buruk dan performa jelek, membuat dia kemudian diparkir pada laga kontra Sriwijaya FC dan Persegres Gresik United. Barulah pada laga kelima, menjamu Persipura Jayapura, Cole diberi jatah bermain sejak awal duel sebelum akhirnya ditarik pada awal babak pertama.

Statistik tak bisa berbohong. Peforma eks striker West Ham United itu memang benar-benar memprihatinkan. Tiga kali bermain dengan durasi total 105 menit, Cole tak menunjukkan sisa-sisa jejaknya sebagai seorang predator di lini pertahanan lawan.

Jangankan bikin gol, dia bahkan tak pernah sekalipun melepas ancaman ke arah gawang lawan. Level akurasi operannya hanya 50 persen. Cole juga tak pernah sukses menggiring bola melewati lawan dan tak bergerilya melebar untuk mengirim umpan silang.

Peforma melawan Persipura menunjukkan secara gamblang, jika Cole memang "bermasalah". Pergerakannya lamban, selalu kalah duel lari sehingga membuat sejumlah umpan daerah mubazir, lemah dalam menguasai bola sehingga mudah sekali direbut lawan, dan tak sekalipun membahayakan pertahanan Persipura.

Wajar jika kemudian setelah laga kontra Persipura, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman tampak seperti kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kekecewaanya pada performa Cole. "Awalnya saya tidak akan menurunkan Cole sejak awal. Tapi banyak yang meminta agar dia dimainkan. Akhirnya dicoba supaya semua tahu kenapa dia sebelum-sebelumnya tidak dimainkan," kata Djadjang.

Performa Cole yang memprihatinkan memang mengundang tanda tanya besar. Jika masalahnya adalah adaptasi, sulit untuk diterima. Pasalnya, banyak para pemain bekas bintang internasional (marquee player) klub lain yang nyatanya sudah bisa langsung bermain. Bahkan tidak seperti Cole dan Essien yang cuma kuat main maksimal 45 menit, sejumlah marquee player yang sama-sama lama berkarier di Eropa nyatanya mampu bermain selama 90 menit pada beberapa pertandingan.

Dengan rapor merah dalam tiga penampilannya, nasib Cole kini sudah di ujung tanduk. Laga kontra Persipura mungkin saja merupakan aksi terakhirnya bersama Maung Bandung. Manajemen Persib bakal segera menentukan kelanjutan kerja sama dengan penyerang jangkung itu.

Andaikan pada akhirnya Cole benar-benar dilepas, akan menjadi peringatan juga bagi manajemen Persib. Jangan sampai orientasi dalam perekrutan bekas pemain bintang sekadar mengedepankan popularitas dan kepentingan bisnis, tapi lebih utama lagi adalah mendongkrak performa dan prestasi Maung Bandung.