Jumat, 14 April 2017

BERBAGAI SURAT TERBUKA DILAYANGKAN UNTUK PEMBELA YABES

BERBAGAI SURAT TERBUKA DILAYANGKAN UNTUK PEMBELA YABES

Beritasarana365.com - Assalamualaikum wr.wb

Surat ini saya tujukkan kepada kalian, yang entah bagaimana awalnya, tiba-tiba mendadak jadi fans Bali United lalu begitu habis-habisan membela Yabes Roni terkait perlakuan nya kepada Essien. Pembelaan yang begitu dahsyat, lengkap dengan bonus caci maki kepada Essien dan Persib. Betapa beruntungnya Yabes mendapat advokasi haratis tanpa harus mahal-mahal membayar dan menyewa Farhat Abbas untuk menjadi tukang celep kuasa hukum nya, guna melindungi dirinya atas perilaku tak terpuji nya pada pemain lawan

Begini saudara-saudaraku tercinta, pembela Yabes Roni dadakan. Sebetulnya saya tak habis pikir, apa yang membuat kalian begitu keukeuh menganggap tindakan Yabes pada pertandingan kemarin, sebagai adalah hal yang wajar? Saya prihatin dengan pola pikir kalian yang bisa “se-ajaib” itu. Punya masalah apa sih di rumah? Sini cerita kalo punya masalah, biar plonggg dan bisa berpikir jernih lagi

Argumen yang sering saya temukan di linimasa sosial media dari para pembela Yabes Roni tercinta ini adalah : “Itu kan bola play on, bebas dong Yabes mau nendang kemana aja. Kecuali lagi bola play off” dan “Katanya pemain kelas dunia, baru digituin aja udah ngamuk.” Dan sebagai nya, dan lain-lain. Tapi setidaknya, kedua argumen itu yang paling sering saya temui di linimasa.

Gini ya sobat-sobatku yang pintar, kalian pernah dengar, kan, isitlah sportifitas dan fair play? Bahkan anthem fair play FIFA selalu dikumandangkan tiap menjelang pertandingan dimulai, lengkap dengan bendera fair play yang berwarna kuning & biru itu. Nah, adanya hal itu, bukan sekedar formalitas dari panpel bro. Ada pesan semangat dibalik itu, yaitu pesan buat kedua tim yang akan bertanding, untuk bermain secara sportif dan fair play. Adanya nilai sportifitas dan semangat fair play itu, adalah sebagai pedoman bagi pemain-pemain yang bertanding, supaya tetap respek dan menghormati pemain lawan dan rekan se-tim. Biar gak se-enak udel main nya. Karena ini bukan tarkam.

Apa yang dilakukan Yabes, itu mencederai semangat bermain sportif dan fair play. Betul itu bola play on, tapi apa motivasi Yabes nyenter bola ke pemain lawan dengan sengaja, sementara tim nya Yabes sedang dalam posisi unggul (tidak dalam tekanan), plus, ini hanya laga friendly match, bukan liga resmi atau partai final hidup-mati. Mau caper biar nama nya diberitakan media internasional, atau gimana?

Kedua, tentang reaksi Essien. Sekarang gini lah perumpamaan sederhananya. Kamu baru kenalan ama orang baru. Baru ngobrol sebentar, tiba-tiba orang yang baru kamu kenal itu nampar pipi kamu tanpa alasan yang jelas. Yakin reaksi kamu bakal cengar-cengir aja gitu sambil gagaro? Nini-nini nu samyang challenge ge apal, jelema mun dikitukeun, nya bakal ngadat. Tidak akan ada asap, kalo tidak ada api. Moal aya dangdutan, lamun euweuh biduan dan duit receh gocengan. Hanya karena Essien pemain dunia, bukan berarti Essien gak punya emosi. Essien tetap manusia biasa, yang bakal marah andai tiba-tiba diporosotkeun calana na saat sedang neang casing hp di Borma.

Semoga surat terbuka ini bisa sedikit menghibur dan memberi sedikit pencerahan untuk kalian, yang entah sedang punya masalah apa, sehingga berpikir jernih pun susah. Jika surat ini dirasa belum bisa menghibur dan memecahkan masalah yang sedang kalian alami, serta kalian tetap sulit untuk mulai berpikir jernih, silakan kunjungi Rumah Uya untuk konsultasi lebih lanjut.

Terimakasih,
Wasalamualaikum, wr.wb.

Ditulis oleh Rio Rizky Pangestu, bekerja sebagai Fotografer Lepas di Zine Maker, berakun Twitter @riorpangestu.

Bukan hanya itu saja ada juga surat terbuka lain yang di layangkan sepeerti berikut :

Umpatan, hinaan, cacian, fitnah. Mungkin empat kata tersebut selama beberapa minggu terakhir ini sering ditujukan kepada PERSIB dan suporternya (bobotoh). Entah itu di jejaring sosial atau forum diskusi suporter yang ada di Indonesia. Hingga ungkapan anak emas sering sekali ditujukan kepada tim asal kota bandung jawabarat ini. Yang saya bingung, salah Persib itu apa? Hingga sampai apapun yang berhubungan dengan sepakbola Indonesia selalu disangkut pautkan dengan persib.

Contoh kecil ketika fifa mengupload foto essien dengan background logo Persib, sontak hampir seluruh suporter di Indonesia mengeluarkan umpatan, cacian, hinaan, dan fitnah yang ditujukan kepada Persib, “betapa pssi sudah dikuasai” “juara setingan” anak emas mah bebas” yang lebih mirisnya lagi, hinaan-hinaan itu sampai keluar dari konteks sepakbola “tukang batagor” “tukang somay”. Saya hanya ingin memberi saran jika ingin memaki ya makilah FIFA yang mengupload foto tersebut. Kenapa harus ditujukan kepada persib dan bobotohnya?.hingga saking tidak ada bahan lagi buat menghina kalian selalu membawa profesi yang lebih mulia dari meminta-minta
Tidak sampai disitu, ketika gojek memutuskan untuk menjadi sponsor Persib, banyak suporter yang berkata, “liga sendiri juara sendiri udah aja main sendiri” padahal yang disponsori oleh Gojek itu bukan hanya tim Persib saja. Kalo mau marah ya marahlah kepada pihak sponsor jangan mencaci Persibnya, tapi marahi sponsornya kenapa mereka mau sponsori Persib. Saya heran apakah ini kecemburuan sosial? Jika memang kecemburuan sosial kenapa hanya cemburu kepada Persib kan tim lain juga ada yang disponsori.

Jadi kesimpulan yang saya tangkap, apapun yang Persib lakukan entah itu baik atau buruk penilain terhadap Persib pasti akan selalu buruk dan pasti akan selalu menjadi bahan cacian. Dan mulai saat ini mungkin Persib dan bobotoh harus mulai terbiasa dengan hal tersebut. Harus mulai terbiasa dengan hinaan, harus mulai terbiasa dengan cacian, harus mulai terbiasa dengan fitnah-fitnah anak bapak, anak emas atau mungkin semenjak fifa mengupload foto Essien dengan background persib sebentar lagi persib dan bobotoh akan disebut anak fifa juga?

Pesan untuk Persib dan Bobotoh biarkan saja mereka mau berkata apa, ada hal yang lebih penting dari hinaan dan cacian mereka, yaitu mengejar prestasi. Ingat slogan sang legenda Adjat Sudrajat persib besar karena cacian, pujian adalah racun. Hanya pohon yang berbuah yang banyak dilempari batu, kalian harus bangga dengan itu Jika ada yang berkata Persib dan Bobotoh anak emas, bilang saja kami bukan anak emas tapi kami tambang emas.

Penulis hanya orang biasa yang sedang mencari mahar untuk menikah dan berakun twitter @rendydolz



    Choose :
  • OR
  • To comment
1 komentar:
Write komentar
  1. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh Tki yang bekerja di negeri orang saya mbak sukma seorang TKI DI THAILAND pengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan hamil gaji suami itupun buat makan sedangkan hutang banyak kebetulan suami saya buka-buka facebook mendapatkan nomor aki katanya bisa bantu orang melunasi hutang melalui jalan TOGEL dengan keadaan susah jadi saya coba hubungi aki dan minta angka bocoran THAILAND angka yang di berikan 4D ternyata betul-betul tembus 100% bagi saudarah-saudara di indo mau di luar negri apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah anda hubungi aki wijoyo di nomor +6282346668257--/-0823-4666-8257-silahkan buktikan sendiri aki tidak melayani SMS demi allah saya sudah membuktikan. untuk info lebih jelas silakan KLIK DISINI


    angka;GHOIB: singapura

    angka;GHOIB: hongkong

    angka;GHOIB; malaysia

    angka;GHOIB; toto magnum

    angka”GHOIB; laos…

    angka”GHOIB; macau

    angka”GHOIB; sidney

    angka”GHOIB: vietnam

    angka”GHOIB: korea

    angka”GHOIB: brunei

    angka”GHOIB: china

    angka”GHOIB: thailand

    BalasHapus